Detak.co.id TANGSEL-Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus, kembali mengingat tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung di Ciputat Timur pada 2009 silam.
Kenangan tersebut disampaikan Julham saat menghadiri aksi penanaman pohon dan bersih-bersih Kali Situ Gintung yang digelar kader Demokrat Tangsel dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat, Jumat (14/8/2026).
Aksi penanaman pohon dan bersih – bersih yang dipusatkan di Tugu Situ Gintung itu menurut Julham memiliki nilai historis bagi Partai Demokrat. Sebab, setelah tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung pada 2009, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun langsung meninjau lokasi bencana.
“Jebolnya tanggul Situ Gintung mengakibatkan banyak warga menjadi korban. Pada saat itu, tanpa menunggu hari dan tanpa menunggu jadwal, Bapak Presiden RI ke-6, pak SBY, turun langsung ke sini dengan naik ojek motor pada saat itu,” kata Julham.
Menurutnya, aksi peduli lingkungan di kawasan Situ Gintung sengaja dipilih untuk mengenang sekaligus meneruskan kepedulian SBY terhadap lingkungan masyarakat Tangsel.
“Tentu ada historisnya, tentu ada ceritanya. Di sinilah kami ingin menyampaikan pesan bahwa Pak SBY 17 tahun lalu hadir di sini. Kami anak-anaknya, kader-kadernya, akan terus menunjukkan perhatian serta respons yang disampaikan Pak SBY untuk masyarakat Kota Tangsel,” ujarnya.
Julham menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digagas Partai Demokrat. Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian partai terhadap persoalan lingkungan hidup di Kota Tangsel.
“Ini salah satu gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Demokrat Tangsel akan terus memperjuangkan hak dan kebijakan untuk masyarakat Tangsel,” beber Julham.
Menurut Julham, Tangsel yang memiliki tujuh kecamatan dengan kawasan industri, pusat bisnis, serta aktivitas masyarakat yang padat membutuhkan perhatian serius terhadap kelestarian lingkungan.
“Karena Kota Tangsel terdiri dari tujuh kecamatan, di mana terdapat perindustrian, kawasan bisnis serta aktivitas masyarakat, maka perlu menjaga kelestarian lingkungan dengan berupaya menjaga alam,” tuturnya.
Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya, mengatakan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial dalam menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September mendatang.
“Gerakan Langit Biru Indonesia Asri ini adalah gerakan bakti sosial. Asri itu Indonesia yang aman, sehat, tercukupi dan indah. Jadi kita melakukan kegiatan sosial seperti bersih-bersih lingkungan sekitar, penanaman pohon, dan kegiatan sosial lainnya dalam rangka HUT Partai Demokrat yang ke-25,” kata Iti.
Iti menjelaskan, program tersebut digagas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. “Ini memang digagas oleh Ketum kami, Mas Ketum AHY, di seluruh Indonesia secara serentak. Dilaksanakan sejak satu bulan lalu dan setiap Jumat kita lakukan di seluruh DPC, di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Khusus di Provinsi Banten, kata Iti, kegiatan tersebut digelar di delapan titik yang mewakili delapan kabupaten dan kota. “Untuk di Banten ada delapan titik, karena ada delapan kabupaten kota. Jadi kita delapan titik setiap Jumat. Saya keliling setiap kabupaten kota di hari Jumat,” ungkapnya.
Iti menambahkan, DPD Demokrat Banten berperan mendampingi DPC dalam melaksanakan kegiatan tersebut sekaligus berbaur dengan masyarakat.
“Kami hadir bersama-sama dengan DPC. Karena ini memang difokuskan di DPC, kemudian DPD hadir di setiap kabupaten kota. Kegiatannya juga digilir di setiap minggu. Jadi kami berkeliling menyapa pengurus dan juga berbaur dengan masyarakat sekitar dalam setiap kegiatan Langit Biru ini,” tutur Iti.
Pantauan dilokasi, Iti Octavia Jayabaya bersama Julham Firdaus dan anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Tangsel bersama kader lainnya berikut unsur pimpinan kecamatan Ciputat Timur, turut melakukan penanaman pohon di bantaran Kali Situ Gintung. Mereka juga ikut membersihkan sampah yang berada di aliran kali sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (Dra)











