detak.co.id TANGSEL-Dejan FC kembali membawa pulang trofi juara Pakujaya Cup XI 2026 setelah menaklukkan HBB Boy melalui drama adu tendangan penalti dengan skor 4–1. Laga grand final tersebut berlangsung di Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Minggu (7/6/2026).
Tak hanya mengamankan gelar juara, tim asal Kota Depok, Jawa Barat itu juga menggondol uang pembinaan sebesar Rp75 juta. Kapten Dejan FC, Aray Suhendri, turut membawa pulang bonus Rp5 juta setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga final. Penyerahan tropi juara dilakukan oleh Anggota DPRD Banten, M. Toha.
Gelar ini menjadi yang kedua bagi Dejan FC di ajang Pakujaya Cup XI 2026, setelah sebelumnya sukses meraih trofi pada edisi 2023. Keberhasilan tersebut disambut antusias oleh manajer Dejan FC, Nobay.
“Senang sekali rasanya bisa membawa Dejan juara lagi di Pakujaya Cup tahun ini,” ujar Nobay usai menerima trofi.
Menurutnya, jalannya pertandingan berlangsung sangat menarik dengan dukungan ribuan penonton yang memadati stadion. Atmosfer tersebut membuat para pemain Dejan tampil penuh percaya diri.
“Pakujaya Cup tahun ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi dan kami mampu mempertahankan gelar juara,” katanya.
Pemilik Dejan FC, Sam, menegaskan bahwa raihan gelar juara kali ini bukan semata-mata mengejar target prestasi, melainkan sebagai bagian dari proses regenerasi tim. Pada turnamen ini, Dejan FC berani menurunkan mayoritas pemain muda kelahiran 2006 hingga 2008.
“Itu yang membedakan Dejan. Kami berani memainkan pemain muda sebagai bagian dari regenerasi tim,” ungkap Sam.
Sam juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden emosional yang terjadi saat laga final berlangsung, ketika dirinya sempat melayangkan protes kepada wasit.
“Saya minta maaf kepada masyarakat Pakujaya dan semua pihak. Saya tidak marah kepada panitia maupun lawan, saya hanya emosi kepada keputusan wasit. Saya tetap respek kepada lawan dan panitia,” jelasnya.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit Gideon, kedua tim langsung tampil terbuka dan saling melancarkan serangan. HBB Boy yang kehilangan Godwin di lini depan menurunkan Omari sebagai pengganti, didukung Vincent Eto’o, Hari Habrian, Suwandi, Abdullatif, dan Eka Ncek.
Di sisi lain, Dejan FC tetap mempertahankan komposisi andalannya seperti Aray Suhendri, Rizki Borong, Andi Sopyan, dan Wawan di lini serang. Tekanan Dejan membuahkan hasil pada pertengahan babak pertama melalui gol Reza Jaul yang memanfaatkan umpan Wawan di dalam kotak penalti. Skor 1–0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, HBB Boy tampil lebih agresif dan terus menekan pertahanan Dejan. Sejumlah peluang tercipta, namun kokohnya barisan belakang Dejan yang diisi Ivan Bule, Reza Jaul, Fauzan, serta penjaga gawang Tegar, membuat gawang mereka tetap aman.
HBB Boy akhirnya mampu menyamakan kedudukan di masa injury time melalui gol Eka Ncek. Skor 1–1 memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, eksekutor Dejan FC Aray Suhendri, Wawan, Andi Sopyan, dan Ivan Bule, semuanya sukses menjalankan tugas.
Sementara dari kubu HBB Boy, hanya Suwandi yang berhasil mencetak gol, sedangkan Kevin dan Eka Ncek gagal. Dejan FC pun memastikan kemenangan dengan skor penalti 4-1.
Hadiah dan Apresiasi
Ketua Panitia Pakujaya Cup XI 2026, Arief White Decoration, menyatakan turnamen sepak bola tarkam ini akan terus digelar setiap tahun sebagai ajang silaturahmi antar klub amatir, baik dari Tangsel maupun dari luar daerah.
“Alhamdulillah, selama lebih dari dua bulan turnamen ini berlangsung, antusiasme klub sangat tinggi. Peserta tidak hanya dari Tangsel, tetapi juga dari luar daerah,” ujar Arief.
Ia menegaskan panitia akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas turnamen semakin meningkat. “Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama tokoh-tokoh sepak bola di wilayah ini, demi meningkatkan kualitas kompetisi,” katanya.
Sebagai juara kedua, HBB Boy berhak menerima trofi dan uang pembinaan sebesar Rp40 juta. Sementara juara tiga bersama diraih Denis FC dan HOKY FC yang masing-masing mendapatkan uang pembinaan Rp20 juta serta trofi.
Untuk gelar top skor, Budi Goal dan Ibrahim Koseva dari HOKY FC harus berbagi hadiah karena panitia hanya menyediakan satu hadiah sebesar Rp5 juta bagi pencetak gol terbanyak pada Pakujaya Cup tahun ini.





















