Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Mengubah Stigma “Belajar Itu Membosankan”: Mahasiswa UNPAM Hadirkan Fun Learning di Yayasan Yasmin

6
×

Mengubah Stigma “Belajar Itu Membosankan”: Mahasiswa UNPAM Hadirkan Fun Learning di Yayasan Yasmin

Sebarkan artikel ini

detak.co.id TANGSEL – Pendidikan merupakan fondasi utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun sayangnya, realita di lapangan sering kali tak seindah teori. Di era gempuran digitalisasi saat ini, pendidikan tingkat dasar menghadapi tantangan yang sangat serius. Anak-anak sering kali kehilangan motivasi dan menganggap jam belajar sebagai sebuah beban yang sangat menjemukan. Pola pengajaran konvensional yang berpusat pada komunikasi satu arah membuat siswa lebih cepat merasa bosan, tertekan, dan pada akhirnya menjadi pasif di dalam kelas. Berangkat dari keresahan tersebut, sebuah langkah segar dan inovatif diambil untuk mendobrak kebiasaan lama, membuktikan kepada publik bahwa proses belajar sejatinya bisa dikemas layaknya petualangan yang menyenangkan.  

Langkah edukatif yang patut diacungi jempol ini diinisiasi oleh sekawanan mahasiswa program studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dari Universitas Pamulang (UNPAM). Tergabung dalam wadah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), kelompok mahasiswa ini dikomandoi langsung oleh Andi Jati Pamungkas yang duduk sebagai ketua pelaksana. Bersama ketiga rekan seperjuangannya, yaitu Anisa Widowati, Firda Vanesa Dewi, dan Yufadilla Aini, serta di bawah arahan dosen pembimbing Wiwik Hasbiyah An., S.H.I., M.A., mereka turun ke lapangan membawa misi perubahan. Mengusung judul “Optimalisasi Minat Belajar Anak Melalui Metode Kreatif dan Menyenangkan”, tim ini hadir untuk mengentaskan kebosanan belajar dengan aksi yang nyata.  

Memilih Yayasan Yatim dan Dhuafa Yasmin yang berlokasi di kawasan Sawangan, Kota Depok, kegiatan ini resmi digelar pada tanggal 10 Mei 2026. Sejak pagi hari, suasana di yayasan sosial tersebut sudah dipenuhi antusiasme. Belasan anak dengan latar belakang keluarga dan kemampuan akademis yang beragam dikumpulkan dalam satu ruangan, bersiap menyambut pengalaman baru. Target utamanya adalah merangkul anak-anak usia sekolah dasar ini, memantik rasa penasaran alami mereka, dan mengubah perspektif mereka terhadap dunia pendidikan.  

Alih-alih dijejali ceramah teori panjang lebar yang bikin kantuk, para peserta justru disuguhi pendekatan fun learning. Mahasiswa UNPAM memandu anak-anak ini untuk mendalami materi ekosistem melalui sesi menggambar kreatif komponen lingkungan hidup, seperti beraneka ragam bunga dan tanaman hijau. Pemilihan metode visual dan seni ini sangat brilian karena selaras dengan karakteristik psikologis anak usia dini yang memang masih aktif dan imajinatif. Dengan menyelipkan aneka ragam permainan edukatif, komunikasi interaktif yang hangat, hingga diskusi ringan, anak-anak tanpa sadar sedang belajar sains tanpa merasa dihantui ketakutan akan nilai jelek.

Pendekatan taktis ini menjadi semacam oase di tengah krisis fokus akibat gawai. Memang tak bisa ditutupi, godaan game online dan media sosial kerap membuat jam belajar anak tersita habis. Anak-anak Yayasan Yasmin pun sempat terindikasi lebih tertarik menatap layar dibanding buku, sehingga konsentrasi belajar mereka sempat menurun drastis. Namun nyatanya, melalui goresan pensil warna di atas kertas, potensi daya cipta mereka yang terpendam kembali meledak. Anak-anak ini membuktikan bahwa mereka bisa berkreasi dan menghasilkan interpretasi visual yang unik terkait makna dari sebuah ekosistem.  

Dampak positif dari program ini bisa dirasakan secara instan. Suasana yang tadinya kaku dan berjarak dengan cepat mencair. Peserta yang mulanya diam perlahan mulai berani unjuk gigi; mereka aktif bertanya, merespons materi, bahkan dengan bangga memamerkan hasil karya gambar mereka. Walaupun tim mahasiswa sempat menemui kendala minor seperti terbatasnya alat pendukung dan perbedaan daya tangkap peserta, pendampingan intensif dari para anggota berhasil menutupi celah tersebut dengan sempurna. Tidak sekadar menyulut minat belajar, kegiatan ini sukses merangsang kemampuan motorik halus anak sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap keseimbangan alam semesta.

Pada akhirnya, pengabdian ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya eksis di menara gading kampus, namun bisa menjadi agen solusi konkret bagi sekitarnya. Membawa ilmu akademis dan meleburnya menjadi aksi kepedulian lingkungan dan edukasi, mahasiswa S1 Akuntansi UNPAM berhasil menanamkan pola pikir bahwa belajar bisa dilakukan dengan hati yang riang gembira. Sebuah langkah awal yang inspiratif, menyalakan lentera pendidikan ramah anak yang harapannya bisa menular secara masif ke berbagai panti dan komunitas lainnya di masa depan.