Scroll untuk baca Berita

Pasang Iklan, Advertorial dan Kirim Release, click here
Daerah

Merajut Mimpi di Panti Asuhan: Langkah Nyata Mahasiswa UNPAM Bangkitkan Mental Juara Anak-Anak di Era Digital

11
×

Merajut Mimpi di Panti Asuhan: Langkah Nyata Mahasiswa UNPAM Bangkitkan Mental Juara Anak-Anak di Era Digital

Sebarkan artikel ini

​​detak.co.id, TANGSEL – Di tengah pesatnya gempuran era digital, pendidikan karakter di kalangan anak dan remaja kerap kali tersisih oleh layar gawai. Padahal, bagi anak-anak yang sedang mencari jati diri, rasa percaya diri dan pondasi moral yang tangguh adalah modal utama untuk menaklukkan masa depan. Menyadari urgensi tersebut, sebuah gerakan positif turun langsung ke lapangan untuk menyalakan kembali semangat belajar dan optimisme anak-anak yang membutuhkan dukungan moral dan edukasi.

​Gerakan inspiratif ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa dari Universitas Pamulang (UNPAM). Melalui program Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM), tim ini diketuai oleh Lutfia Rizki Arista, mahasiswi program studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tidak bergerak sendirian, Lutfia didukung penuh oleh rekan-rekan satu timnya, yaitu Indra Immanuel Tambunan, Rahmelia Syahbana Swandi, dan Siti Zarra Audina. Di bawah bimbingan dosen Ibu Wiwik Hasbiyah AN., S.H.I., M.A., kelompok ini merancang sebuah program pengabdian yang membumi, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan anak zaman sekarang.

​Mengangkat tema besar “Membangun Karakter dan Kepercayaan Diri Anak Melalui Edukasi dan Motivasi”, langkah nyata ini menyasar sekitar 30 anak binaan di Yayasan Yatim dan Dhuafa Yasmin yang berlokasi di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Usia para peserta yang berada pada rentang 8 hingga 17 tahun menjadi alasan krusial pemilihan tema ini. Pada masa transisi pertumbuhan tersebut, anak-anak rentan mengalami krisis percaya diri yang membuat mereka menjadi pasif, ragu mengambil keputusan, dan takut untuk sekadar menyampaikan pendapatnya di depan umum.

​Tepat pada hari Minggu, 10 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB, suasana panti asuhan yang biasanya tenang disulap menjadi ruang kelas interaktif yang sama sekali tidak membosankan. Para mahasiswa UNPAM ini sadar betul bahwa gaya ceramah satu arah tidak akan efektif. Oleh karena itu, mereka memilih metode partisipatif. Materi difokuskan pada nilai-nilai positif keseharian, seperti kejujuran, disiplin, dan rasa hormat. Di samping itu, tim mahasiswa juga secara cerdik mengawinkan materi karakter dengan literasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dasar. Mereka mengedukasi anak-anak tentang bagaimana teknologi bisa menjadi sarana cemerlang untuk e-learning dan memperluas pengetahuan luar, sambil mewanti-wanti dampak negatif dari penggunaannya yang tidak terkendali.

​Bagi para agen perubahan dari kampus ini, edukasi harus berjalan beriringan dengan motivasi yang kuat. Tim PMKM menyuntikkan semangat kepada para santri melalui berbagai cerita inspiratif tentang tokoh-tokoh yang berhasil melampaui keterbatasan. Tujuannya sederhana: menumbuhkan keyakinan di dalam hati setiap anak bahwa mereka memiliki potensi yang luar biasa dan kesempatan yang sama untuk merajut kesuksesan di masa depan.

​Antusiasme peserta benar-benar memuncak ketika sesi diskusi, kuis berhadiah, dan permainan edukatif dimulai.
Anak-anak yang pada jam pertama masih terlihat canggung, perlahan mulai berani mengangkat tangan tinggi-tinggi untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan di layar presentasi. Gelak tawa dan sorak-sorai memenuhi ruangan saat tim mahasiswa membagikan hadiah bagi mereka yang berani tampil berekspresi. Trik psikologis ini terbukti ampuh mencairkan suasana sekaligus melatih mental anak agar berani tampil di depan publik.

​Rangkaian kegiatan yang hangat ini akhirnya ditutup sekitar pukul 11.00 WIB. Sebagai bentuk cinta kasih, tim mahasiswa membagikan makanan ringan (snack) kepada seluruh anak, disusul dengan penyerahan plakat kenang-kenangan serta sumbangan kepada pihak yayasan. Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya pandai berteori di kelas, namun juga mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Benih keberanian dan karakter yang ditanamkan hari ini diharapkan mampu tumbuh subur, mengantarkan anak-anak yayasan meraih mimpi mereka tanpa keraguan sedikit pun.