detak.co.id TANGSEL-Denis Gaida Raska (DGR FC) asal Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), lolos dari lubang jarum usai menyingkirkan Calling Ball FC dari Kembangan, Jakarta Barat, pada lanjutan putaran pertama Pakujaya Cup XI 2026. DGR memastikan tiket ke babak 32 besar lewat kemenangan dramatis 5-4 melalui adu penalti.
Pertandingan yang digelar di Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Rabu (22/4/2026), berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim bermain selama 2 x 30 menit dan harus puas berbagi skor sama kuat, 1-1.
Kemenangan DGR tak lepas dari keputusan Presiden DGR FC, Michael Ciok, yang rela merogoh kocek lebih dalam demi mendatangkan bintang tarkam fenomenal asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, King Polo.
“Alhamdulillah, King Polo hari ini mencetak gol dan eksekusi penaltinya juga masuk. Penampilannya luar biasa,” ujar Michael Ciok usai pertandingan.
Perekrutan King Polo bukan semata untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai hiburan bagi masyarakat pencinta sepak bola.
“Selama dia tidak bermain di luar daerah, kami akan pertahankan. Kami ingin masyarakat terhibur oleh skill dan aksi-aksinya,” tambah Ciok.
Jalannya Laga
Penjaga gawang DGR, Robby Casilas, tampil impresif sepanjang babak pertama. Sejumlah peluang berbahaya dari lini depan Calling Ball yang diperkuat Tobby, Mancini, Putra, Hafiz, dan Oska berhasil digagalkannya.
DGR pun tak tinggal diam. Kerja sama Joe Kante, King Polo, Hendry, Toto, dan Kevin beberapa kali menciptakan peluang emas, namun kiper Calling Ball, Juan, tampil solid di bawah mistar.
Gol baru tercipta bagi DGR tepatnya pada lima menit jelang laga babak pertama berakhir. King Polo sukses memanfaatkan assist Hendry dari sisi kiri dan membawa DGR unggul 1–0.
Keunggulan tersebut tak membuat DGR mengendur. Namun rotasi pemain yang dilakukan kedua tim mengubah jalannya laga. Calling Ball akhirnya menyamakan kedudukan melalui Maul yang memanfaatkan kelengahan lini belakang DGR dibabak kedua.
Skor 1–1 bertahan hingga tambahan waktu dua menit berakhir, memaksa pertandingan ditentukan lewat adu tendangan penalti.
Pemenang Ditentukan Lewat Drama Adu Penalti
Pada babak adu penalti, tiga penendang Calling Ball, Rizal, Isak, dan Putra berhasil mencetak gol. Namun dua eksekutor lainnya, Jordan dan Mancini, gagal setelah tendangannya dibaca dan ditepis Robby Casilas.
Di kubu DGR, kiper Juan sempat menggagalkan sepakan Alam dan Yoga. Namun King Polo, Desly, dan Fauzi Black sukses menjalankan tugasnya. Skor penalti kembali imbang 3–3 sehingga harus dilanjutkan ke penalti tambahan.
Drama berlanjut ketika Oska gagal mencetak gol setelah tendangannya diblok Robby. Sebaliknya, Sirvi Irfani dan Egi Sutisna sukses menaklukkan Juan. DGR pun menang dengan skor akhir 5–4 dan melaju ke babak 32 besar.
Pada babak berikutnya, DGR dijadwalkan kembali bertanding pada 16 Mei 2026 menghadapi pemenang laga antara Gilo FC kontra Bila FC.
King Polo Terpukau Atmosfer Pakujaya Cup
King Polo mengaku terkesan dengan atmosfer pertandingan yang berlangsung meriah. “Atmosfernya luar biasa. Ini pengalaman berharga bagi saya. Kami akan tampil lebih baik lagi untuk menghibur penonton,” ujarnya.
Ia menyebut laga berjalan keras dan ketat, namun dukungan ribuan penonton di Stadion Mini Pakujaya memberinya energi tambahan.
“Turnamen di sini sangat luar biasa. Ini tantangan bagi kami untuk berusaha menjuarai turnamen dengan terus meningkatkan performa,” pungkasnya.
Jadwal Laga Kamis Besok
Sementara itu, Bright Parking FC asal Cipete, Kota Tangerang, dijadwalkan menghadapi HBB Boy dari Karang Tengah pada Kamis (23/4/2026). Duel sesama tim sekota ini diprediksi berlangsung panas.
“Bright Parking yang dimanajeri Bos Daus kabarnya akan belanja pemain besar-besaran. Namun hingga kini kedua tim masih merahasiakan siapa saja pemain yang akan diturunkan,” ujar Wahyu Ardiansyah melalui pengeras suara Stadion Mini Pakujaya.











