Daerah

Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo

5
×

Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini

detak.co.id, KAB. BOGOR – Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. Seluruh peserta mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo berpesan bahwa pemimpin harus memahami setiap peran dan tugasnya. Pemimpin harus memiliki keteguhan pada nilai kejujuran, pengabdian, dan sifat melayani masyarakat setiap golongan.

“Rakyat kita rakyat yang baik. Ingin punya pemimpin yang baik, yang jujur, memimpin untuk semua bukan untuk golongan,” kata Presiden Prabowo di Rakornas dengan tema Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Emas 2045.

Presiden mengatakan bahwa banyak pihak yang meragukan kemampuan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Sehingga, setiap unsur pemimpin harus waspada, mengerti, tahu situasi, hingga mengerti sejarah, latar belakang, nusantara dan daerah.

“Harus paham bahwa kita ratusan tahun diganggu bahkan dijajah. Mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan di masa lalu. Hari ini kita dapat kesempatan bagaimana dunia sebenarnya,” ungkap Prabowo.

Presiden mengatakan, Indonesia dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, sebagai pemimpin tidak boleh lupa bahwa keberadaan seorang pemimpin adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. “Ini mudah diucapkan, tapi harus kita buktikan,” ungkapnya.

Prabowo juga menjelaskan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif atau nonblok. Banyak kekuatan yang tidak menyukai Indonesia, termasuk kekuatan yang dekat dengan Indonesia.

“Indonesia berada di tengah perang ideologi dunia. Mari waspada dan mengerti tantangan-tantangan di dunia ini. Karena itu saya menjalankan mandataris politik bebas aktif nonblok, tidak mengikuti pakta militer manapun,” ungkapnya.

“Kalau diserang tidak ada yang bantu kita. Kita harus berdiri di kaki kita sendiri, harus percaya pada kekuatan kita sendiri. Hari ini yang kuat berbuat yang dikehendaki, yang lemah akan merana,” tambah Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak semua pihak untuk berjuang bersama-sama menghilangkan kemiskinan dari Indonesia. Bangsa ini diberikan berkah dengan kekayaan alam melimpah dan harus memberikan manfaat bagi rakyatnya.

“Mari kita membulatkan tekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat kita,” tambah Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, Indonesia menjadikan swasembada pangan, swasembada energi, dan program makan bergizi sebagai fondasi atau pilar utama Indonesia.

“Swasembada pangan adalah syarat itu adalah pilar yang utama dari strategi dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang,” tegasnya.

Dalam laporannya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia M. Tito Karnavian mengatakan Rakornas dihadiri oleh 4.011 orang. Terdiri atas 525 orang dari tingkat pusat. Dari tingkat provinsi dan kabupaten kota sebanyak 3.486 orang.

Mendagri menjelaskan, ada tiga sesi penjelasan program strategis Presiden Prabowo Subianto oleh sejumlah narasumber. Sesi pertama dengan topik kebijakan presiden dalam bidang ekonomi, investasi, dan energi. Sesi kedua dengan topik koperasi desa kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, kampung nelayan Merah Putih, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sesi ketiga dengan topik penegakan hukum,” ujarnya. (Zal)